Nasional

blog post
Tim penyidik KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) menjadwalkan pemeriksaan terhadap mantan Menpora Imam Nahrawi hari ini, Jumat (27/9/2019) di gedung Merah Putih KPK,  Jakarta.

 

“Kami berharap pak Imam Nahrawi kooperatif, bisa hadir dalam pemeriksaan sesuai jadwal yang sudah ditetapkan penyidik”, ujar jubir KPK Febri Diansyah kepada pers, Kamis (28/9/2019)

 

Pemeriksaan ini merupakan yang pertama dilakukan pasca politisi PKB itu ditetapkan sebagai tersangka dugaan kasus suap dan penerimaan grativikasi dana hibah ke KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia) nilai totalnya sebesar Rp 26,5 Milyar pada Rabu (18/9/2019).

 

Dana puluhan milyar itu diduga merupakan komitmen fee  sebagai syarat pencairan (11% - 19%) dari nilai plafon hibah DIPA APBN dari 3 proyek yang ada di Kemenpora. Tiga proyek itu diantaranya, pertama, anggaran dukungan administrasi KONI dalam persiapan ASIAN GAMES A2018.

 

Kedua, anggaran fasilitasi bantuan peningkatan kapasitas tenaga keolahragaan KONI tahun 2018. Ketiga, bantuan kepada KONI dalam pelaksanaan pengawasan pada peningkatan prestasi olehraga nasional.  

 

Informasi terakhir, penyidik KPK menemukan data bahwa dana dari pengurus KONI itu mengalir kemana-mana. Tim penyidik belum membuka secara detail orang atau lembaga mana saja yang menerima aliran dana haram itu.     

 

Penetapan Imam Nahrawi dilakukan KPK menyusul status yang dialami asisten pribadinya Miftahul Ulum yang terlebih dulu sudah menjadi tersangka. Miftahul Umum bahkan sudah menghuni sel tahanan KPK selama 20, saat ini sudah memasuki masa perpanjangan penahanan pertama.

 

Status tersangka bagi Imam Nahrawi merupakan orang ke-7 dalam kasus yang sama. Lima orang sudah divonis penjara oleh hakim PN tipikor Jaksel, 2 orang masih tersangka yakni Imam Nahrawi dan Miftahul Ulum. Ke-5 orang tersebut diantaranya Mulyono, Adhi Purnomo dan Eko Triyanto (para pejabat Kemenpora), Ending Fuad Hamidy dan Johy E Awuy (para pengurus teras KONI). Mereka telah divonis 2 hingga 4,5 tahun penjara.     

 

Pagi ini sekira jam 10.00 WIB Imam Nahrawi datang di gedung KPK dikawal beberapa orang. Imam Nahrawi menyatakan dirinya sudah siap menghadapi pemeriksan penyidik KPK. Belum ada kepastian, apakah pria asal Madura ini seusai penyidikan akan langsung dihadiahi rompi orange dan dijebloskan ke sel tahanan. Jubir KPK Febri Diansyah  tidak berani berspekulasi.

 

Kata Febri Diansyah, soal penahanan wewenang sepenuhnya dari penyidik. “Saya belum bisa memastikan soal penahanannya. Kewenangan penuh ada di penyidik”, ujar Febri.

  • Share This Story

Komentar

Buat Komentar