Nasional

blog post
Penyidik KPK akhirnya memberikan ”hadiah istimewa” kepada mantan Menpora Imam Nahrawi berupa rompi oranye, pakaian khas para pesakitan di lembaga anti rasuah itu.

Pemberian rompi oranye diberikan kepada politisi PKB ini setelah melakukan interogasi selama 8 jam non stop di kantor Merah Putih, KPK, Jakarta, Jumat (27/9/2019). Imam Nahrawi baru meninggalkan gedung KPK sekira jam 18.15 WIB.

Lepas dari gedung KPK, Imam Nahrawi langsung digelandang ke rutan cabang KPK, Pomdan Jaya Guntur, Jakarta Selatan. Kader PKB asal Madura, Jatim ini akan mendekam disini selama 20 hari.

”Imam Nahrawi eks Menpora 2014 sampai dengan 2019 akan berada di rutan Guntur selama 20 hari ke depan”, ujar jubir KPK Febri Diansyah kepada pers, Kamis (26/9/2019).

Penahanan Imam Nahrawi menyusul asisten pribadinya Miftahul Ulum yang sudah terlebih dahulu berada di sel tahanan selama lebih 20 hari. Sehingga total sementara 7 orang yang sudah dijebloskan ke rutan dan penjara dalam kasus yang sama. Bukan tidak mungkin penyidik KPK akan menambah lagi tersangka berdasar hasil pengembangan penyidikan dan pemeriksaan di sidang pengadilan Tipikor.

Imam Nahrawi dan Miftahul Ulum secara bersama-sama terjerat kasus suap dan gratifikasi dana hibah ke KONI, total jumlah Rp 26,5 milyar. Dana itu diterima dari Johny E Awuy, bendahara KONI, yang sudah dijatuhi pidana penjara oleh majelis hakim Tipikor Jaksel.

Setoran KONI diberikan sebagai realisasi komitmen fee sebesar 11% hingga 19% dari pagu anggaran yang ada di DIPA Kemenpora. Dana puluhan milyar ini diberikan dalam dua tahap selama tahun anggaran 2016 sampai tahun 2018.

Catatan LensaMata.com Imam Nahrawi merupakan pejabat kedua setelah Idrus Markham, mantan Mensos, dari anggota kabinet Jokowi yang terjerat kasus korupsi dana APBN. Kedua mantan menteri ini juga sama-sama sekjen parpol anggota koalisi pemerintah. Imam Nahrawi mantan sekjen PKB dan Indrus Markham mantan sekjen Golkar.
  • Share This Story

Komentar

Buat Komentar