Regional

blog post
Sidang gugatan Pilkades desa Pacewetan, kecamatan Pace,  kabupaten Nganjuk di PTUN Surabaya memasuki tahap pembuktian.

 

Penggugat bakal calon kades yang didiskualifikasi oleh panitia pemilihan yakni Imam Mughni melalui kuasa hukumnya Gundi Sintara, SH MH pada sidang Rabu (12/2/2020) mengajukan 2 orang saksi Aditya dan Rudi Hartono.

 

Dua saksi dicecar pertanyaan dari GS, para kuasa hukum panitia, timwas, bupati dan majelis hakim tidak kurang memakan waktu 2,5 jam. Mereka dengan lancar menjelaskan proses perjalanan pencalonan IM yang akhirnya terjegal di tengah jalan. Mereka terlibat langsung dalam pencalonan IM dan "ditugaskan" komunikasi dengan panitia.

 

Di depan sidang saksi Rudy Haryono menerangkan, sehari sebelum pengumuman lolos tidaknya bacalon dirinya ditelpon ketua panitia Darmaji (tergugat I) diberitahu besok (8/9/2019) IM akan digugurkan. Tentu RH kaget dan minta penjelasan alasan penggugguran IM.

 

"Kata Darmaji karena ada surat rekomendasi dari PN Nganjuk (surat no. W14-U27/1780/HK.03/XI/2019 tgl 7/9/2019)", kata RH.

 

Mendengar info dari sumber yang valid menyebar ke warga, para pendukung IM heboh  termasuk Aditya. Mereka tidak terima jagonya didiskualifikasi.

 

Berita tersebut ternyata benar, esoknya panitia mengumumkan di balai desa, 3 bacalon termasuk IM dinyatakan TMS (tidak memenuhi syarat). Aditya secara pribadi menemui dan protes ke ketua panitia.

 

Kata Aditya, ketua panitia mau memasukkan nama IM lagi jika surat dari PN Nganjuk dibatalkan Atau dicabut. "Kalimat itu langsung disampaikan ke saya secara pribadi, karena saya memang sudah kenal baik sama dia. Dia juga tahu saya pendukung IM", urai Aditya.

 

Tetapi, janji ketua panitia ternyata diingkari sendiri karena setelah surat ketua PN Nganjuk dicabut (dengan surat no. W14-U27/1797/HK.03/XI/2019 tgl 12/9/2019) nama IM tidak dimasukkan sebagai cakades.

 

Setelah didesak kuasa hukum IM, apa alasan tidak mau memasukkan lagi. Aditya menjelaskan ketua panitia tidak mampu menahan tekanan dari pejabat di kecamatan Pace dan Pemkab Nganjuk (nama pejabat yang dimaksud dirahasiakan redaksi).

 

"Penjelasan itu disampaikan di warung soto dok selain saya dan Darmaji juga ada anggota panitia dan teman saya mas Yani Pur sekjen partai Nasdem Nganjuk", kata Aditya blak-blakan.


Selain pemeriksaan saksi, agenda sidang juga dimanfaatkan kedua pihak mengajukan tambahan bukti surat. Hadir juga para kuasa hukum tergugat Adi Wibowo, SH MSi, Samsul Huda, SH MH dan Jimmy, SH MH.

 

Sidang berikutnya akan kembali digelar Rabu (19/2/2020) dengan agenda tetap tahap pembuktian.

  • Share This Story

Komentar

Buat Komentar