Nasional

blog post
Peristiwa yang terjadi di kantor Dispendukcapil kota Batam ini tidak seperti biasanya. Lazimnya, warga yang sedang mengurus dokumen kependudukan mengantri layanan petugas.

 

Tapi yang terjadi di ruang tunggu kantor Dispendukcapil ini justru  seorang warga bernama Petrus terlihat sedang menghajar pegawai hingga babak belur.

 

Unggahan tayangan live akun Ramly Barutu saat Petrus menghajar pegawai Dispendukcapil kota Batam, saat ini menjadi viral dan mendapatkan respon netizen di seluruh tanah air.

 

Dalam tayangan tersebut menjadi melebar, tidak hanya dua orang yang terlibat adu jotos,  tapi juga warga lain yang kebetulan berada di tkp diduga untuk keperluan yang sama dengan Petrus. Beberapa pegawai berbaju putih berusaha melerai dibantu warga lainnya.

 

Ironis, tindakan main hakim sendiri yang dilakukan Petrus rata-rata justru mendapat dukungan netizen. Terbukti ada puluhan ribu yang nge-like, puluhan kali share ulang dan komen yang terus bertambah.

 

Para netizen merasa ikut geram melihat apa yang dialami Petrus juga yang menimpa dirinya sendiri. Dalam video yang dishare ulang akun PY Sarpan di grup facebook Warujayeng Community dijelaskan Petrus sudah 7X dalam sebulan datang ke kantor Dispendukcapil menanyakan KTP anaknya. Namun selalu dijawab belum selesai.

 

Petrus makin geram karena petugas lebih mengutamakan melayani para calo yang tiap hari ada di kantor Dispendukcapil. Karena tidak kuat menahan kekesalannya, Petrus nekat menghajar petugas.

 

Setelah peristiwa berdarah terjadi, Petrus mendapat pelayanan istimewa. Ternyata KTP milik anaknya sudah lama jadi, katanya petugas terselip di tumpukan KTP lainnya.

 

"Terima kasih pak Petrus yang sudah mewakili kekesalan dan kekecewaan kami. Semoga pimpinan daerah ada yang berani transparan", tulis akun Rahmad Irawan memberikan tanggapan.

 

Bahkan akun RI juga membandingkan dengan pelayanan KTP di kabupaten Banyumas yang discreenshot dari grup Banyumas Dalam Info (28/2/2020). Di akun itu ada pernyataan sikap karyawan Dispendukcapil kabupaten Banyumas yang berani memberikan jaminan pelayanan pembuatan KTP paling lama 1 jam. Jika lebih dari 1 jam KTP akan diantar ke rumah pemohon.

 

Bahkan bupati Banyumas juga pasang badan, yang memberikan kesempatan warga langsung lapor ke dirinya. "Jika ada pelayanan tidak selesai 1 jam segera melapor ke saya dengan no HP 08122993355", tulis Bupati Banyumas.

  • Share This Story

Komentar

Buat Komentar