Nasional

blog post
Satu lagi warga Nganjuk meninggal dunia diduga terjangkit virus corona (Covid 19).

Dewi Endrayani (30 thn), warga kelurahan/ kecamatan Sukomoro, kabupaten Nganjuk menghembuskan nafas terakhir hari Rabu, (18/3/2020) di RS Siloam Jakarta. Dimakamkan di tanah kelahirannya di kelurahn Sukomoro pada hari yang sama setelah sebelumnya dimandikan di RSUD Nganjuk.

PDP (pasien dalam pemantauan) ini mulai merasa sakit flu, batuk dan sesak nafas pada Rabu, seminggu lalu. Saat jam kerja, ijin pulang dan dirawat di RS Primer Jakarta.

Minggu pasien pulang,  hasil tes dinyatakan negatif covid 19. Saat di rumah terasa kambuh lagi, pasien dibawa ke RS Siloam. Uji lab belum ada hasil, tim medis RS Siloam rencana pasien akan dirujuk ke RS Sulianti Sarosa. Namun hari Rabu jam 00.30 WIB,  karyawati bank BRI cabang Kramat Jakarta itu sudah meninggal dunia.

Meski status medis belum dipastikan suspec corona, tetapi  penanganan pasien dan jenazah DE diperlakukan khusus. Ini disebabkan gejala medis yang dialami pasien hampir sama dengan corona.

Kedatangan jenazah DE di RSUD Nganjuk juga memperoleh perlakuan khusus sesuai SOP. Para pejabat RSUD dan Dinkes Nganjuk tidak mau ambil resiko, sehingga sangat hati-hati meskipun hasil lab secara resmi belum keluar.

"Ya benar hasil lab DE dari Jakarta belum turun. Tapi kami tidak ingin kecolongan mengingat keluhan pasien dan domisili DE di wilayah terjangkit, makanya kami beri perlakuan khusus sesuai SOP. Ini berlaku mulai di RSUD hingga di pemakaman", ujar S Kundariana, kasi Survelance Dinkes Nganjuk kepada LensaMata.com.

Catatan LensaMata.com kasus hampir sama terjadi seminggu lalu. Pasien di RSUD Nganjuk Heru Nuryono, SPd (52 thn), warga desa Banjaranyar, kec Tanjunganom dirawat hampir 7 hari. HN sebelumnya sudah sakit di Jakarta dengan keluhan nyeri di perut dan sesak nafas. Sehari-hari HN memang bekerja menjadi kontraktor di Jakarta.

Almarhum HN juga diduga suspec corona hingga meninggal dunia. Perlakuan selama di RS hingga di pemakaman juga layaknya pasien corona. Bahkan saat tiba di rumah duka sempat terjadi polemik antar keluarga terkait sholat jenazah. Meskipun sehari setelah pemakaman di desa Kedungrejo, kecamatan Tanjunganom keluarga almarhum memperoleh kepastian hasil lab medis HN negative.
  • Share This Story

Komentar

Buat Komentar