Nasional

blog post
Pertahanan kabupaten Nganjuk terhadap serangan pandemi COVID 19 akhirnya jebol. Sempat bertahan di zona hijau, Rabu (1/4/2020) Nganjuk resmi dinyatakan sebagai zona merah (red zone).

Perubahan status ini diumumkan gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di gedung Grahadi, Surabaya ketika menggelar konferensi pers (Rabu, 1/4/2020). Ketetapan gubernur bersamaan pemberitahuan adanya penambahan 10 orang pasien yang positif terpapar COVID 19.

Ke-10 pasien positif tersebar di 5 kabupaten/ kota,  dengan rincian Nganjuk 4 orang, Surabaya 3 orang, dan masing-masing 1 orang di Sidoarjo, Situbondo dan kota Malang. Sementara jumlah pasien positif di Jatim berubah menjadi 103 orang.

Kepastian terpaparnya 10 pasien positif COVID 19 setelah dilakukan dua kali tes yakni rapid tes dan swab tes. Upaya pemeriksaan secara intensip ini dilakukan dengan puluhan pasien lain yang sudah PDP (pasien dalam pemantauan). Namun pasien yang lain dinyatakan negatif.

Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat kepada pers di pendopo (Rabu, 1/4/2020) menjelaskan 4 warganya yang dinyatakan positif berasal dari 4 kecamatan yakni Baron, Patianrowo, Prambon dan Gondang.

Ke-empat orang tersebut merupakan petugas para medis dan pembimbing yang akan mendampingi jamaah haji asal Nganjuk tahun 2020. Mereka baru pulang mengikuti pelatihan di Surabaya pada 13 s/d 18 Maret 2020. Saat pelatihan tersebut ternyata salah satu instrukturnya positif terpapar COVID 19.

Kata Novi, setelah mengetahui instruktur dan beberapa teman yang ikut pelatihan positif terpapar COVID 19, ke-4 warga Nganjuk yang semuanya PNS itu melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing. Dalam masa isolasi juga dilakukan tes dan ternyata hasilnya positif.

"Petugas kesehatan akan segera melakukan evakuasi kepada 4 orang tersebut ke RS untuk dilakukan isolasi agar tidak menyebar ke yang lain. Anggota keluarga dan yang terduga ada kontak dengan pasien juga akan dilakukan pemeriksaan", tambah Novi.
  • Share This Story

Komentar

Buat Komentar