Regional

blog post
Sidang lanjutan kasus demo aktivis Forum Peduli Masyarakat desa Ngepung (FPMN), kecamatan Patianrowo, kabupaten Nganjuk kembali digelar secara online pada Kamis (23/4/2020).

 

Agenda sidang tunggal yakni pembacaan tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Endang Srirahayu, SH.

 

Dalam uraian nota tuntutannya JPU menyatakan para terdakwa yakni Suyadi, Suroso, Sutrisno, Slamet Harianto dan Sakriyon telah terbukti melakukan pengrusakan terhadap slot pintu pagar milik Pemkab dan memecahkan pot bunga yang terletak di samping pintu gerbang.

 

Perbuatan para terdakwa dilakukan secara bersama-sama dalam aksi demo pada hari Jumat, 27 Desember 2019. Demo yang sama juga sudah dilakukan 5 kali di depan pendopo Pemkab. Namun demikian Bupati Novi Rahman Hidayat tidak pernah mau menemui pendemo.

Kata JPU, akibat perbuatan para terdakwa Pemkab mengalami kerugian materiil sebesar Rp 9,4 juta.

 

Dalam tuntutan tersebut, JPU juga menguraikan hal yang meringankan dan memberatkan para terdakwa. Khusus terdakwa Suyadi, kata JPU, ada yang memberatkan karena pernah dipenjara dalam kasus yang berbeda.

 

Akhirnya JPU menuntut para terdakwa berupa pidana penjara Suyadi 1 tahun dan 4 terdakwa yang lain 7 bulan, semua dipotong selama menjalani masa tahanan.

 

Seusai pembacaan tuntutan, ketua Majelis Hakim Andris Henda Gautama, SH MH memberi kesempatan kepada tim penasehat hukum memberikan tanggapan. Ketua tim PH advokat Gundi Sintara, SH MH minta waktu satu minggu untuk menyampaikan pledoi.

  • Share This Story

Komentar

Buat Komentar