Sosial

blog post
Puluhan aktivis dan simpatisan FPMN (Forum Peduli Masyarakat Ngepung) tua muda, laki-laki perempuan pada hari Minggu (10/5/2020) sejak pagi sudah kumpul di posko yang terletak di dusun/ desa Ngepung.

Mereka bekerja sama bahu membahu guna mempersiapkan kegiatan organisasi berupa pembagian sembako kepada 80 KK kurang mampu yang terdampak covid 19. Tiap KK memperoleh sebungkus sembako berisi beras, gula, minyak goreng, mie instan dan kecap.

Bakti sosial yang digagas pentolan FPMN, Suyadi yang saat ini masih berada di rutan klas II-B Nganjuk, hanya menjangkau sebagian warga desa Ngepung, kecamatan Patianrowo, kabupaten Nganjuk. Ini karena terbatasnya jumlah sembako yang dibagikan.

Tumpukan sembako ini oleh para aktivis diangkut mobil pickup untuk diantar ke rumah masing-masing warga penerima manfaat. Sementara puluhan aktivis yang berseragam merah ikut mengantar sambil menyampaikan informasi lewat sound system juga berada di mobil tersebut.

Yanti, korlap baksos mengatakan, pihaknya baru bisa membantu seadanya karena anggaran masih terbatas. Seluruh dana bersumber dari murni iuran para anggota FPMN.

"Kami ingin berbuat untuk warga yang memang membutuhkan. FPMN tidak sekedar bisa kritis tapi juga peduli kepada warga yang tidak mampu", ujar Yanti kepada Bagus Purwanto dari LensaMata.com.

Beberapa warga penerima manfaat sangat terharu dan berterima kasih terhadap kegiatan FPMN ini. Bahkan ada diantaranya tampak berkaca-kaca saat menerima sembako, karena sangat membutuhkan.

Seperti diketahui, 5 aktivis FPMN yakni Suyadi, Suroso, Sakriyon, Sutrisno dan Slamet Riyadi saat ini masih mendekam di sel rutan Nganjuk. Mereka ditahan karena dituduh melakukan pengrusakan aset Pemkab saat melakukan aksi demo di depan pendopo pada hari Jumat, 27 Desember 2019.

Proses persidangan di PN Nganjuk saat ini sudah hampir finis, karena pada Rabu (13/5/2020) Majelis Hakim yang dipimpin Andres Gautama, SH MH akan menjatuhkan vonisnya.
  • Share This Story

Komentar

Buat Komentar